Biogas & Biomassa, beserta Cara Pembuatannya - Bunga Rahmanda Octavia
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatu.
Halo, kali ini aku akan membahas tentang biogas dan biomassa, sebagai tugas prakarya kelas 11 semester 2.
Sebelumnya, apakah kalian pernah mendengar kata biogas atau biomassa? Mungkin kata itu sudah tidak asing lagi, karena sudah pernah kalian pelajari saat di Sekolah Dasar dulu.
Tak perlu lama-lama lanjut aja yuk kita ke pembahasannya... Cusssss....
Pengertian
• Biogas
Biogas merupakan gas yang dihasilkan oleh aktivitas anaerobik yang mendegradasi bahan-bahan organik. Contoh dari bahan organik ini adalah kotoran, limbah domestik, atau setiap limbah organik yang dapat diurai oleh makhluk hidup dalam kondisi anaerobik. Kandungan utama dalam biogas adalah metana dan karbon dioksida. (Sumber: Wikipedia)
• Biomassa
Biomassa adalah energi yang dibuat untuk bahan bakar yang didapat dari sumber alami yang dapat diperbaharui. Energi Biomassa bisa menjadi solusi bahan bakar yang selama ini tidak dapat diperbaharui dan mencemari lingkungan hidup. Bahan pembuat energi biomassa dikategorikan menjadi dua jenis, pertama dari hewan yang berupa mikroorganisme ataupun makroorganisme, dan yang kedua berasal dari tumbuhan seperti tanaman sisa pengolahan ataupun hasil panen secara langsung. (Sumber: https://cangkangsawit.id/ )
Cara Pembuatannya
• Biogas
Biogas dihasilkan dari degradasi anaerobik dengan menggunakan organisme anaerobik. Organisme ini akan mencerna material organik tersebut dalam baik dalam sistem yang bermacam-macam, seperti kontinu, semi-kontinu, ataupun tertutup. Sistem ini mendukung organisme tersebut untuk mengubah biomassa dari materi organik menjadi biogas. Sistem ini disebut biodigester atau bioreaktor. Selain pada sistem buatan, degradasi anaerobik juga terjadi di alam dan menjadi proses penting dalam siklus karbon.
Beberapa sampah organik lebih sulit untuk didegradasi dibandingkan dengan yang lain. Sampah makanan, lemak, minyak, dan rumput-rumputan merupakan sampah organik yang paling mudah untuk diproses, sedangkan limbah ternak biasanya paling sulit. Oleh karena itu, proses produksi biogas biasanya mencampurkan beberapa sampah sekaligus pada satu bioreaktor yang sama untuk dapat meningkatkan produksi biogas. Cara ini disebut dengan ko-digesti. Selain itu, bioreaktor juga dapat dibuat lebih hangat diantara suhu 30 sampai 38 derajat celcius agar sampah lebih cepat terurai. (Sumber: Wikipedia).
Komentar
Posting Komentar